Home
01
Aug
2018
PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 01 August 2018 00:00
CHICKEN ANEMIA VIRUS (CAV)
cav
Chicken Anemia Virus (CAV)
Apa itu CAV,dan bagaimana penyelesaian jika ternak anda terinfeksi CAV?, berikut akan kami berikan rahasia pengobatan dan pencegahannya!
CAV merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus tergolong virus DNA, bersifat akut biasanya menyerang ayam berumur muda, bisa meyerang Layer, Broiler dan Breeder, penyakit ini sudah menyebar diseluruh dunia, di Indonesia ditemukan ayam yang terinfeksi CAV pada tahun 1990, bersifat imuno suppresif, sering ditemukan komplikasi dengan penyakit yang lain, akibatnya sangat merugikan terjadi gangguan pertumbuhan kematian yang cukup tinggi ( sampai 30% ) dan meningkatnya kepekaan, terhadap penyakit yang lain akibat Imunosupresif.
Nama lain penyakit CAV : Avian Infectious Anemia , Hemorrhagic Syndrome, Anemia Dermatitis Syndrome , Blue Wing Disease.
Penyebab CAV
Virus ukuran kecil Circoviridae yaitu virus DNA ukuran 19-24 nm, tahan terhadap panas, virus ini menyerang sel pembentuk sel darah merah terutama pada daerah produksinya yaitu diruas sumsum tulang belakang, cara penularannya besifat vertikal yaitu induk ke anak melalui telur dan horisontal yaitu dari ayam yang sakit ke ayam yang sehat dalam satu flok, penularan secara vertikal pada infeksi alami bisa berlangsung selama 3-6 minggu.
Gejala Klinis
Walaupun ayam semua umur bersifat sensitif tetapi pada ayam muda sekitar umur 2-3 minggu lebih peka, ditandai dengan adanya anemia, paruh yang pucat, depresi, pada sayap terjadi berwarna kebiruan, tingkat kematian pada ayam broiler mencapai 10-30% biasanya pada umur 15-20 hari dan kematian terjadi diantara hari ke 12 sampai ke 28 pasca infeksi. anak ayam akan sembuh bila bisa bertahan sekitar 20-28 hari pasca infeksi dibantu dengan diberikan support terapi, gangguan peningkatan berat badan ayam tidak seragam dan banyak kerdil biasanya terlihat antara 10-20 hari setelah infeksi, kematian yang tinggi dan juga gangguan pertumbuhan berat badan berhubungan dengan infeksi ikutannya oleh bakteri atau virus, pada kasus sub klinis penyakit ini akan menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh dan respon kekebalan terhadap vaksin menjadi menurun sehingga bisa muncul penyakit misalnya vaksinasi ND,IBD gumboro, AI, Mareks dll pada breeder kejadian sub klinis tidak mempengaruhi produksi telur.
Bedah Bangkai
Thymus mengalami atropi mengecil dan berwarna cokelat kemerahan, bursa fabricius juga atropi dan dindingnya lebih tipis, limpa mengalami atropi, ginjal berwarna pucat, terjadi pneumonia, hati membengkak dan berwarna belang, perdarahan terjadi pada jaringan sub kuta, sumsum tulang berwarna merah muda atau pucat.
Pengobatan
Pemberian support therapi untuk meningkatkan daya tahan tubuh berikan Otagumme, Sindovit Super, Otravit dll, pemberian antibiotik hanya untuk mengatasi infeksi ikutan atau sekunderberikan Sindoflox, Sindoxa, Otaflox dan Doxitra, penyemprotan kandang dengan Microdes.
Pencegahan
Manajemen yang optimal, Biosekurity dengan desinfeksi dan sanitasi kandang yang ketat, program pencegahan terhadap penyakit yang bersifat immuno supresi, vaksinasi pada breeder dengan vaksin aktif pada umur 3-4 minggu sebelum ayam mulai bertelur atau pada umur antara 8-16 minggu tujuannya agar bisa menurunkan maternal antibiotik keanak anaknya.
Penyakit yang Mirip CAV
Gumboro, Mareks disease, Micotoksikosis, Eritroblastosis dan Osteopetrosis
Last Updated ( Wednesday, 01 August 2018 08:57 )
 
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday89
mod_vvisit_counterYesterday71
mod_vvisit_counterThis week213
mod_vvisit_counterLast week924
mod_vvisit_counterThis month2900
mod_vvisit_counterLast month3866
mod_vvisit_counterAll days828314

We have: 18 guests, 3 bots online
Your IP: 3.226.251.205
 , 
Today: Aug 21, 2019